LAPORAN KEMAJUAN
PELATIHAN
PEMANFAATAN TALAS KIMPUL
SEBAGAI BAHAN BAKU TEPUNG KIMPUL TERMODIFIKASI
DI XX
PKM
– M
Diusulkan
oleh:
Erick Firmansyah (10-13872)
Kukuh Andi Luasmoko (10-13524)
Sahid Tri Widagdo (10-13533)
INSTITUT
PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2012
HALAMAN PENGESAHAN
Target Luaran
Luaran yang
diharapkan dari program ini adalah terciptanya
keterampilan petani anggota Kelompok Tani XX diXX dalam mengolah umbi talas
kimpul menjadi produk Tepung Kimpul Termodifikasi. Ketrampilan tersebut
kemudian dapat dipraktekkan menjadi sebuah usaha bersama dalam wadah Kelompok
Tani XX.
A. Metode
Program Kreatifitas Mahasiswa
Pengabdian Masyarakat (PKM-M) ini, bertujuan mentransfer pengetahuan dan
teknologi sekaligus memberi pembiayaan program dengan menggunakan anggaran yang
diberikan Dikti. Untuk melakukan hal tersebut, dilakukan kerjasama kemitraan
dengan Kelompok Tani XX.
Pelaksanaan program pelatihan
pemanfaatan talas kimpul menjadi tepung talas kimpul termodifikasi ini dapat
dijabarkan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap survei potensi produksi
talas kimpul dan ketersediaan umbi talas
kimpul. Tahap kedua adalah tahap penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada
petani anggota Kelompok Tani XX tentang teknologi pengolahan yang akan
diterapkan. Tahap ketiga adalah proses produksi Tepung Kimpul Termodifikasi.
1.
Tahap Survei
Tahap survei ini dilaksanakan
untuk mengetahui jumlah produksi dan ketersediaan talas kimpul diXX. Hasil
survei ini digunakan untuk menentukan periode produksi dan kapasitas alat yang
akan digunakan. Metode survei yang digunakan adalah melalui survei lapangan
kepada petani anggota Kelompok XX.
Setelah dilakukan
survey, didapatkan hasil yaitu jumlah produksi talas kimpul diXX adalah +
40 ton/tahun. Penanaman talas kimpul diXX dilakukan tidak secara bersamaan
sehingga masa panennya juga tidak bersamaan. Umbi kimpul dapat tersedia setiap
bulan dalam jumlah + 3,3 ton. Dari jumlah tersebut, 3 ton umbi akan
diproses menjadi Tepung Kimpul Termodifikasi.
2.
Tahap Penyuluhan,
Pelatihan dan Pendampingan
Kegiatan penyuluhan ini
dilakukan dalam suatu forum diskusi di Balai Desa dengan pembicara dari pihak pengusul Program Kreativitas Mahasiswa
pengabdian masyarakat (PKM-M). Hal yang dilakukan pada tahap penyuluhan adalah
mengenalkan teknologi pengolahan talas kimpul menjadi Tepung Kimpul
Termodifikasi. Teknologi tersebut meliputi alat, bahan yang dibutuhkan dan
langkah produksi Tepung Kimpul Termodifikasi. Tujuan yang akan dicapai adalah
petani anggota Kelompok Tani XX dapat mengetahui dan mempraktekkan cara
pengolahan umbi talas kimpul menjadi Tepung Kimpul Termodifikasi.
Lokasi produksi telah disediakan oleh pihak
pemerintahanXX dan telah memenuhi kriteria ideal. Lokasi produksi yang ideal
adalah suatu bangunan permanen yang telah memiliki jaringan listrik, jaringan
air dan saluran penanganan limbah.
Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan Tepung Kimpul Termodifikasi yaitu sikat/brush, mesin pemotong (slasher),
drum plastik, penyaring ukuran 60 mesh, neraca duduk kapasitas 100kg. Peralatan
laboratorium yang dibutuhkan yaitu gelas ukur, pengaduk dan corong. Peralatan dapur yang dibutuhkan
berupa pisau, bak plastik dan gayung.
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan
Tepung Kimpul Termodifikasi yaitu umbi talas kimpul, air, starter bakteri
asam laktat, natrium
metabisulfit, asam sitrat dan asam askorbat.
Bakteri asam laktat berperan memecah rantai molekul peptin yang ada pada umbi
talas kimpul menjadi molekul yang lebih sederhana, sehingga menghasilkan tepung
yang mempunyai kemiripan tekstur dengan terigu. Natrium metabisulfit merupakan zat pengawet makanan yang dapat mempertahankan
kualitas bahan pangan. Asam sitrat adalah zat kimia yang padat menghilangkan bau khas umbi
kimpul sehingga produk yang dihasilkan memiliki bau yang netral. Asam
askorbat atau vitamin C adalah salah satu jenis anti oksidan yang
dapat mencegah atau menghambat reaksi pencoklatan (browning reaction) pada umbi talas saat tahap pengeringan sehingga
produk yang dihasilkan memiliki warna yang putih. (Suismono et al, 2007).
Dari 1kg umbi talas kimpul dapat
menghasilkan 350-400 gr Tepung Kimpul Termodifikasi (Suismono
et
al, 2007). Jumlah rendemen yang diperoleh dipengaruhi oleh umur
dan kadar air umbi. Umbi berumur tua dan dipanen pada musim kemarau memiliki
kandungan karbohidrat tertinggi.
Menurut (Suismono et al, 2007), langkah produksi Tepung
Kimpul Termodifikasi adalah :
a. Mensortasi umbi talas kimpul. Umbi yang digunakan adalah
umbi yang sehat, besar, tidak ada luka dan masih segar.
b. Membersihkan umbi talas kimpul dari sisa tanah dan
kotoran dengan sikat/brush dan air.
c. Mengupas kulit umbi talas kimpul dengan pisau kupas.
d. Membersihkan umbi dari sisa-sisa kotoran yang masih
tertinggal dengan sikat/brush dan air.
e. Memotong umbi talas kimpul menjadi potongan setebal 0,5 -
1 cm.
f. Memasukkan potongan umbi talas kimpul ke dalam tong.
g. Merendam potongan umbi talas kimpul dalam larutan starter
bakteri asam laktat (BAL) sebanyak 5 ml/liter air selama 6 jam.
h. Merendam ke dalam air yang ditambahkan natrium
metabisulfit dan
asam askorbat dan asam sitrat masing – masing
3ml/liter air selama 30 menit
i. Meniriskan kembali potongan umbi talas kimpul.
j. Menjemur potongan umbi kimpul dibawah terik matahari
selama 3 hari (kadar air 12-14%).
k. Menggiling potongan umbi talas kimpul yang telah kering
dengan mesin penepung beras.
l. Mengayak tepung dengan saringan 60 mesh, sehingga
didapatkan tepung yang halus dan seragam.
m. Mengemas Tepung Kimpul Termodifikasi dalam kemasan 500
gr.
3.
Tahap Produksi
Periode produksi Tepung Kimpul Termodifikasi adalah satu kali setiap dua minggu
dengan kapasitas 1,5 ton/periode produksi atau 3 ton/bulan. Pada setiap
produksi, tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 10 orang. Tenaga kerja berasal
dari anggota Kelompok Tani XX melalui sistem gilir. Sehingga setiap bulan, Kelompok
Tani XX dapat menghasilkan 1,05 – 1,2 ton Tepung Kimpul Termodifikasi. Total
nilai ekonomi yang diperoleh dengan asumsi harga per kilogram Tepung Kimpul
Termodifikasi Rp. 8000,00 adalah Rp. 8.400.000,00 hingga Rp. 9.600.000,00.
B. Kemajuan
Pekerjaan
Program Pelatihan Pemanfaatan Talas Kimpul sebagai Bahan Baku Tepung
Kimpul Termodifikasi di XX telah terealisasi sesuai dengan
jadwal pelaksanaan yang disusun pada proposal usulan. Keseluruhan tahap
pelaksanaan, mulai dari tahap survei, tahap
penyuluhan, pelatihan dan pendampingan serta tahap
produksi dapat dilaksanakan dengan baik.
C.
Ketercapaian Target Luaran
Dari pelaksanaan program ini keluaran yang dihasilkan
dinilai berdasarkan penambahan keterampilan anggota kelompok tani XX dalam mengolah umbi talas kimpul menjadi produk Tepung Kimpul Termodifikasi.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh tim pengusul terhadap peserta program
dapat disimpulkan bahwa anggota kelompok tani XX telah memiliki ketrampilan
yang cukup untuk menjalankan program sesuai dengan metode produksi yang
diberikan.
Peningkatan keterampilan yang diperoleh selanjutnya dapat diterapkan oleh
setiap anggota kelompok tani XX untuk mewujudkan tujuan dilaksanakannya program
ini, yaitu :
1. Petani anggota Kelompok Tani XX dapat menguasai pengetahuan dan
teknologi pengolahan umbi talas kimpul menjadi tepung kimpul termodifikasi.
2. Petani anggota Kelompok Tani XX mampu memproduksi tepung kimpul
termodifikasi dengan sarana yang tepat sehingga nilai ekonomi komoditas talas
kimpul naik menjadi 7 – 8 kali lipat.
3. Meningkatkan peran Kelompok Tani XX sebagai
wadah bagi petani dalam produksi tepung kimpul termodifikasi.
4. Meningkatkan kesejahteraan petani talas
kimpulXX melalui peningkatan harga jual produk olahan talas kimpul berupa
tepung kimpul termodifikasi.
5. Mendukung terciptanya ketahanan pangan
melalui program diversifikasi pangan.
D. Permasalahan
dan Penyelesaiannya
Permasalahan dan langkah penyelesaiannya yang
ditemui selama pelaksanaan Program Pelatihan Pemanfaatan Talas
Kimpul sebagai Bahan Baku Tepung Kimpul Termodifikasi
di XX ini dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu :
a. Administratif :
Secara administratif, tidak ada permasalahan yang serius
karena format kerjasama dengan mitra (Kelompok Tani XX) telah jelas.
b. Teknis :
Secara teknis kendala yang dihadapi adalah kesulitan
dalam menentukan waktu yang tepat untuk pelatihan dikarenakan kesibukan
masing-masing anggota Kelompok Tani XX. Kendala tersebut dapat diatasi melalui
komunikasi yang intensif dengan pengurus Kelompok Tani XX. Pengadaan bahan baku
berupa talas kimpul juga mengalami kendala pada awal pelaksanaan program, namun
permasalahan tersebut dapat diatasi melalui sosialisasi yang baik kepada
masyarakat oleh mahasiswa pengusul dan pengurus Kelompok Tani XX.
c. Organisasi Pelaksana
Ketua pelaksana dalam hal ini bekerjasama dengan anggota
tim selalu melakukan komunikasi yang intesif dengan Kelompok Tani XX serta
dosen pembimbing. Dengan adanya komunikasi yang baik maka program dapat
berjalan sesuai rencana.
d. Keuangan
Secara
keseluruhan tidak mengalami kendala yang serius meskipun terjadi kekurangan
dana sebagai akibat adanya perbedaan dana yang dianggarkan dengan dana yang
disetujui Dikti. Permasalahan tersebut diatasi melalui efisiensi dan
optimalisasi sumberdaya yang ada serta penggunaan dana swadaya dari pengusul.
Dengan upaya tersebut program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan
baik.
E. Penggunaan
Biaya
Dalam pelaksanaan Program Kreatifitas
Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) ini sebagian biaya diterima dari Dikti. Adapun penggunaan dana tersebut adalah digunakan untuk
membiayai keseluruhan kebutuhan program berupa pengadaaan bahan habis pakai,
alat penunjang kegiatan, transportasi dan lain-lain. Rincian masing-masing item
adalah sebagai berikut :
|
No
|
Jenis alat/bahan
|
volume
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp.)
|
Biaya (Rp.)
|
|
A.
|
PERALATAN
PENUNJANG PKM
|
||||
|
1
|
Sikat
(brush)
|
10
|
Buah
|
|
|
|
2
|
Mesing
Pemotong (slasher)
|
2
|
Buah
|
|
|
|
3
|
Drum
Plastik kapasitas 100 kg
|
15
|
Buah
|
|
|
|
4
|
Timbangan
duduk 100 kg
|
1
|
Buah
|
|
|
|
5
|
Penyaring
60 mesh 50x50 cm
|
10
|
Buah
|
|
|
|
6
|
Gelas
Ukur 1000 ml
|
2
|
Buah
|
|
|
|
7
|
Corong
plastik
|
2
|
Buah
|
|
|
|
8
|
Pengaduk
|
2
|
Buah
|
|
|
|
9
|
Pisau
Kupas
|
10
|
Buah
|
|
|
|
10
|
Bak
plastik 50 liter
|
10
|
Buah
|
|
|
|
11
|
Gayung
plastik
|
5
|
Buah
|
|
|
|
Jumlah Biaya
|
|
||||
|
B.
|
BAHAN
HABIS PAKAI
|
||||
|
1
|
Umbi
talas kimpul
|
1.500
|
kilogram
|
|
|
|
2
|
Starter
Bakteri Asam Laktat
|
5
|
liter
|
|
|
|
3
|
Natrium metabisulfit
|
3
|
liter
|
|
|
|
4
|
Asam
askorbat
|
3
|
kilogram
|
|
|
|
5
|
Plastik
kemasan 500 gram
|
35
|
Pcs.
|
|
|
|
Jumlah biaya
|
|
||||
|
C.
|
PERJALANAN
|
||||
|
1
|
Yogyakarta
–XX
|
5
|
kali
|
|
|
|
2
|
Survey
bahan baku
|
3
|
kali
|
|
|
|
3
|
Perjalanan
pembelian alat
|
3
|
kali
|
|
|
|
Jumlah biaya
|
|
||||
|
D.
|
LAIN
- LAIN
|
|
|
|
|
|
1
|
Biaya
print laporan
|
100
|
lembar
|
|
|
|
2
|
Jilid
laporan
|
4
|
buah
|
|
|
|
3
|
Konsumsi
1. Pertemuan tahap survei
2. Pertemuan tahap
penyuluhan, pelatihan
dan pendampingan
|
2
2
|
kali
kali
|
|
|
|
Jumlah biaya
|
|
||||
|
Jumlah biaya Keseluruhan (A + B + C + D)
|
|
||||
F.
Dokumentasi Kegiatan
Gambar 1. Survei Lokasi
Gambar 2. Alat dan Bahan
Gambar 3. Proses Pembuatan Tepung Kimpul Termodifikasi
G.
Lampiran
1.
BIODATA
KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK
a). Ketua Pelaksana
b). Anggota Kelompok
I
c). Anggota
Kelompok II
2.
BIODATA
DOSEN PENDAMPING







0 komentar:
Posting Komentar